Senin, 10 Desember 2012

H Pahri Azhari Mendapat Penghargaan Upakarti



Penghargaan Upakarti diserahkan Presiden RI
Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari mendapat Penghargaan Upakarti Bidang Jasa Kepedulian dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Istana Negara Jakarta, Jumat (7/12), bersama kepala daerah lainnya.

Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari menjadi satu-satunya di Sumatera Selatan yang mendapatkan Penghargaan Upakarti Bidang Jasa Kepedulian pada Tahun 2012. Penghargaan Upakarti Bidang Jasa Kepedulian juga diberikan kepada Kepala Daerah Bitung, Bukit Tinggi, Tarakan, Banjar, Denpasar, Luwu Timur, dan Pasuruan.

Penghargaan Upakarti merupakan simbol penghargaan tertinggi pemerintah di bidang industri. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang berprestasi melaksanakan program keterkaitan dalam mendorong partisipasi masyarakat luas, untuk aktif berperan serta dalam program pengembangan industri kecil, melalui pola keterkaitan dan kemitraan usaha yang berkesinambungan.

Menteri Perindustrian RI Mohamad S Hidayat mengatakan, Jasa Kepedulian diberikan kepada kepala pemerintah kabupaten/kota yang secara aktif menetapkan berbagai kebijakan yang menimbulkan iklim usaha yang kondusif, membuka peluang usaha serta memberikan kemudahan bagi IKM dalam mengembangkan usaha. “Kami berharap melalui Penghargaan Upakarti ini, dapat lebih mendorong tumbuhnya industri kecil dan menengah di tanah air.”

Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari mengaku, Penghargaan Upakarti Bidang Jasa Kepedulian merupakan apresiasi dan hasil penilaian pemerintah pusat terhadap kinerja pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Musi Banyuasin mendapatkan penghargaan ini tak lepas dari kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas seluruh SKPD dalam merumuskan kebijakan yang mendorong seutuhnya kesejahteraan masyarakat. “Penghargaan ini merupakan motivasi bagi kita untuk meningkatkan kinerja Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam mengabdi kepada masyarakat.”
Bupati foto bersama pimpinan SKPD Muba

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Musi Banyuasin Drs H Ikhwan Muslimin MM, mengatakan, Penghargaan Upakarti Bidang Jasa Kepedulian merupakan hasil penilaian pemerintah pusat terhadap komitmen kebijakan Bupati Musi Banyuasin dalam memajukan industri kecil dan menengah. H Pahri Azhari dinilai melalui kebijakannya dinilai mampu menjadikan industri kecil dan menengah lebih berdaya saing di era perdagangan bebas.

“Salah satu perwujudan komitmen Bupati terhadap perkembangan dan kemajuan industri kecil dan menengah adalah dengan melakukan promosi industri dan UMKM tak hanya secara lokal, namun juga di tingkat nasional dan internasional. Promosi industri kecil dan UMKM yang dilakukan secara gencar, berdampak pada kian dikenalnya produk asal Muba secara luas,” imbuhnya.

Sementara itu Kabag Humas Setda Musi Banyuasin Dicky Meiriando SSTP MH, mengatakan, Bupati Muba telah mendorong pertumbuhan industri melalui program One Village One Product dan pembinaan UMKM. Selanjutnya mendorong partisipasi dunia pendidikan melalui Poltek dan SMK untuk berorientasi pada dunia industri. Selain itu, melalui kebijakan H Pahri Azhari, indikator pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan signifikan ke arah yang lebih baik.

“Pertumbuhan ekonomi Muba saat ini mencapai 7,04 persen atau berada di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkisar 6 persen lebih. Pendapatan Asli Daerah dari sektor industri yang pada 2010 sebesar Rp 1,53 miliar meningkat menjadi Rp 1,9 miliar di Tahun 2011,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan yang dicapai Kabupaten Muba dalam melaksanakan kebijakan, program dan pembinaan serta pengembangan IKM ini menjadi dasar Kementerian Perindustrian RI memberikan Penghargaan Upakarti. “Sesuai arahan Bupati Muba agar seluruh SKPD menerapkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas dalam setiap program untuk kesejahteraan masyarakat. Penghargaan-penghargaan seperti ini biarlah urusan pemerintah pusat yang menilainya.” Amr

Pemkab Muba Tunggu Perda Lembaga Adat



Rapat Paripurna DPRD Muba
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin masih menunggu tindak lanjut dari Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembentukan Lembaga Adat. Raperda ini diharapkan mampu menghidupkan kembali lembaga pembina dan pemangku adat di Bumi Serasan Sekate. 

            Hal ini terungkap pada pidato Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari pada Rapat Paripurna DPRD Muba, Senin (10/12). Selain mengharapkan tindak lanjut Raperda tentang  Pembentukan Lembaga Adat, Pemkab Muba juga menunggu kelanjutan proses tujuh Raperda lainnya, di antaranya Raperda Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi, Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Muba, Raperda RPJMD Muba, dan lainnya.

            Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari mengatakan, selain bertujuan untuk menghidupkan kembali lembaga pembina dan pemangku adat, Raperda Pembentukan Lembaga Adat menjadi kebutuhan seiring perubahan di pelbagai bidang termasuk perubahan nilai-nilai kebudayaan yang memengaruhi adat istiadat masyarakat.

            “Perlu dihidupkan kembali nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia dan nilai-nilai budaya kekeluargaan di Kabupaten Musi Banyuasin yang dulu dibanggakan. Nilai-nilai kebudayaan terus mengalami perubahan seiring dengan perubahan jaman.” Imbuhnya.

            Berkaitan dengan Raperda Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi yang diusulkan Pemkab Muba, H Pahri Azhari mengaku, daerah diberikan kewenangan oleh pusat untuk memungut retribusi pengendalian menara telekomunikasi. Objek retribusi pengendalian menara telekomunikasi adalah pemanfaatan ruang untuk menara telekomunikasi dengan memerhatikan aspek tata ruang, keamanan, dan kepentingan umum.
           
            Kabag Humas Setda Musi Banyuasin, Dicky Meirinado SSTP MH, mengatakan, Raperda tentang Pembentukan Lembaga Adat merupkan upaya antisipasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terhadap aset budaya dan adat istiadat yang dimiliki Bumi Serasan Sekate. Kian lunturnya nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal, menjadi dasar Pemkab Muba memandang perlu untuk menghidupkan kembali lembaga pembina dan pemangku adat.

            “Raperda Pembentukan Lembaga Adat yang nantinya menjadi perda tersebut, diharapkan menjadi payung hukum dalam upaya pengembangan dan pelestarian nilai-nilai kebudayaan dan adat istiadat Musi Banyuasin,” Pungkasnya. Amr

Kamis, 06 Desember 2012

Bupati Muba Dapat Transmigration Award



                                                                                              Foto : Amiriansah

 Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mendapatkan Transmigration Award kategori Makarti Nayotama untuk Pemerintah Kabupaten Daerah Tujuan Transmigrasi dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Kemenakertrans) Republik Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar kepada Bupati Muba H Pahri Azhari, Kamis (6/12), pada peringatan Hari Bhakti Transmigrasi ke-62 di Jakarta.

Menakertrans Muhaimin Iskandar, mengatakan, Transmigration Award Tahun diberikan atas dasar penilaian kinerja pemerintah daerah dalam menyiapkan dan membina transmigrasi. Dirinya berharap, dengan kinerja yang optimal daerah transmigrasi tak hanya berkontribusi dalam pengembangan wilayah baru, tetapi dapat juga berkontribusi bagi pembangunan serta kemajuan pangan di Indonesia.

Menurutnya, ada 3 faktor utama yang menentukan keberhasilan transmigrasi. Faktor pertama adalah perencanaan, persiapan, dan penyediaan lahan pemukiman. Kedua, pembinaan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi baik, sehingga para transmigran memiliki kesiapan mental dan keterampilan untuk sukses di daerah tujuan. Faktor ketiga yaitu pembinaan terus menerus oleh pemerintah daerah tujuan transmigrasi hingga transmigran menjadi mandiri.

"Penghargaan yang tinggi kita berikan kepada kepala daerah penerima penghargaan dalam pembinaan transmigrasi. Dengan dukungan kepala daerah kita harapkan dapat mempercepat pembangunan di daerah transmigrasi,"

Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari mengatakan, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Transmigrasi. Ini terbukti dengan tingginya sebaran daerah transmigrasi di Musi Banyuasin.

“Daerah Transmigrasi tersebar secara merata di seluruh kecamatan di Musi Banyuasin. Daerah transmigrasi mengalami perkembangan yang baik, dan banyak transmigran yang sukses. Pemkab Muba memberikan dukungan yang besar terhadap pengembangan wilayah transmigrasi, dengan cara penyediaan sarana dan prasarana umum, fasilitas publik, serta pembinaan keterampilan para transmigran.” Imbuhnya.

                                                                                              Foto : Amiriansah
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Musi Banyuasin, Ir Yusman Srianto MT mengaku, Kemenakertrans RI menilai Muba sebagai daerah yang layak mendapatkan penghargaan. Penilaian tersebut berdasarkan kepedulian dan sumbangsih pemerintah terhadap kemajuan daerah transmigrasi.

Wilayah transmigrasi di Muba berkembang pesat dengan dibangunnya infrastruktur yang lengkap agar para transmigran betah. Dapat dikatakan saat ini hampir 50 persen penduduk Musi Banyuasin merupakan transmigran, karena daerah transmigrasi tersebar di seluruh kecamatan.”

Menurutnya, transmigran yang datang ke Musi Banyuasin mendapatkan pengayoman dari pemerintah, serta dukungan optimal agar mampu bertahan dan mandiri. Pemkab Musi Banyuasin juga memberikan sejumlah bantuan agar para transmigran tak merasa asing dan cepat beradaptasi.

Transmigration Award diberikan kepada daerah asal transmigrasi, daerah tujuan transmigrasi, dan media massa yang mendukung program transmigrasi. Pada Transmigration Award 2012, penghargaan diterima oleh Propinsi DIY, Jateng, NTB, Kabupaten Madiun, Kulon Progo,dan Grobogan sebagai daerah asal transmigrasi. Serta diberikan kepada Propinsi Sumsel, Kalsel, Kalteng, Kabupaten Bungo, Donggala, dan Musi Banyuasin sebagai daerah tujuan transmigrasi. Selain itu, Transmigration Award juga diberikan kepada Harian Kompas sebagai media massa yang peduli terhadap transmigrasi. Amr

Jumat, 30 November 2012

The Dragon Boat in Musi River

                                                                                            Foto : Amiriansah

PS Muba Cukur PS Bangka 6-0

                                                                                           Foto : Amiriansah
SEKAYU - PS Muba mencukur perlawanan PS Bangka dengan skor telak 6-0 pada laga persahabatan U-15 di Stadion Serasan Sekate Sekayu, Kamis (29/11). Tanda kemenangan PS Muba U-15 telah terlihatdi akhir babak pertama dengan keunggulan 5-0.
 
            Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bangka, Tarkisah Ali Hasan, mengaku, akan melakukan evaluasi terhadap pembinaan sepakbola di daerahnya. Menurutnya, kekalahan  melawan PS Muba merupakan kelemahan yang akan diperbaiki.
           
            “Kekalahan ini merupakan bentuk kelemahan yang akan dievaluasi. Selain itu, dari segi fasilitas dan dukungan terhadap kemajuan olahraga khususnya sepakbola, Musi Banyuasin jauh lebih baik,” ujarnya.
 
            Dirinya mengatakan, pertandingan persahabatan antara PS Bangka dan PS Muba merupakan bentuk jalinan persaudaraan antar dua daerah. Selain itu, kunjungan tim sepakbola Bangka ini juga untuk mengukur kekuatan dan iklim sepakbola di daerah lain.
           
            Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Musi Banyuasin, Sunaryo SSTP MM, mengatakan, pertandingan tersebut merupakan upaya peningkatan kualitas pemain PS Muba. “Pertandingan ini selain untuk meningkatkan persahabatan, juga untuk terus mengasah skill pemain dalam pertandingan sebenarnya. Pertandingan semacam ini dengan tim terbaik akan terus ditingkatkan untuk mempersiapkan menghadapi iklim kompetisi.”
 
            Dirinya mengatakan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga akan terus berupaya intensif dalam melakukan pembinaan terhadap olahraga di Musi Banyuasin. Menurutnya, sepakbola merupakan olahraga yang paling diminati masyarakat, dan terus melakukan pembinaan dan seleksi atlet dari kalangan pelajar di Musi Banyuasin.
 
Kabag Humas Setda Kabupaten Musi Banyuasin, Dicky Meiriando SSTP MH, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berkomitmen dalam pengembangan olahraga. Sekayu sebagai kota olahraga, memiliki sejumlah sekolah olahraga antara lain Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA), Akademi Aquatic, panahan, basket, atletik, badminton dan sebagainya.
 
“Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari memiliki komitmen dan perhatian tinggi terhadap pengembangan olahraga. Pengembangannya difokuskan untuk mengangkat potensi generasi muda Bumi Serasan Sekate. Amr